KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) terus mempersiapkan rencana revitalisasi Pasar Campurejo. Tidak hanya memperbarui kondisi bangunan, pemerintah juga tengah menyusun konsep pengelolaan baru agar pasar tradisional tersebut mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan kebutuhan masyarakat.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, menjelaskan bahwa revitalisasi yang dirancang akan mengusung konsep pasar tradisional modern. Modernisasi yang dimaksud bukan sekadar tampilan fisik bangunan, melainkan juga sistem pengelolaan yang lebih profesional, bersih, nyaman, serta mampu memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi masyarakat.
"Konsep yang kami siapkan adalah pasar tradisional yang mengarah ke modern. Modern di sini lebih pada pengelolaannya agar lebih tertata dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung," ujarnya.
Menurut Ridwan, selama ini pasar tradisional masih identik dengan kesan kumuh, becek, dan kurang nyaman. Persepsi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat, terutama kalangan muda, lebih memilih berbelanja di pusat perbelanjaan modern dibanding pasar tradisional.
Karena itu, revitalisasi diharapkan mampu mengubah citra tersebut sehingga pasar kembali menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia menambahkan, pemerintah ingin menghadirkan pasar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli kebutuhan pokok, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai ruang publik dan destinasi wisata belanja keluarga.
"Harapannya, pasar bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi semua kalangan, mulai orang dewasa hingga anak-anak. Jadi tidak hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menjadi salah satu tujuan rekreasi masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, Ridwan menegaskan konsep revitalisasi Pasar Campurejo belum diputuskan akan sepenuhnya mengadopsi model pasar modern yang telah lebih dulu diterapkan di Pasar Banjaran maupun pasar percontohan lainnya.
Pemerintah masih membuka peluang melakukan penyesuaian sesuai karakteristik Pasar Campurejo. Salah satunya dengan menambahkan berbagai fasilitas penunjang, seperti pusat kuliner, sentra jajanan, maupun area usaha kreatif yang dapat meningkatkan daya tarik pasar.
Selain pembenahan fasilitas, modernisasi juga akan menyentuh aspek pelayanan dan sistem transaksi. Disperdagin berencana mendorong penggunaan pembayaran non-tunai melalui QRIS agar aktivitas jual beli menjadi lebih praktis, aman, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
"Modernisasi bukan hanya soal bangunan. Kami juga ingin sistem transaksinya lebih maju dengan memanfaatkan pembayaran digital seperti QRIS sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam bertransaksi," terang Ridwan.
Meski menghadirkan berbagai pembaruan, fungsi utama Pasar Campurejo sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat tetap akan dipertahankan. Pemerintah berharap konsep baru tersebut justru mampu meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus menarik kembali minat generasi muda untuk berbelanja langsung di pasar tradisional.
Ridwan menilai Pasar Campurejo memiliki potensi besar untuk berkembang karena berada di lokasi yang strategis. Selain berada di dekat kawasan pendidikan dan sejumlah pondok pesantren, pasar tersebut juga melayani masyarakat di wilayah yang cukup jauh dari pasar tradisional lainnya.
"Lokasinya sangat strategis sehingga keberadaannya menjadi tumpuan masyarakat sekitar. Potensi itu harus dimanfaatkan melalui revitalisasi yang tepat," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Perdagangan RI telah merencanakan revitalisasi Pasar Campurejo dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah. Saat ini proses masih berada pada tahap penyelesaian persyaratan administrasi sebagai syarat pengajuan bantuan dari pemerintah pusat.
Realisasi pembangunan masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Namun, Pemkot Kediri berharap seluruh proses administrasi dapat segera rampung sehingga revitalisasi dapat direalisasikan dan membawa wajah baru bagi salah satu pasar tradisional penting di Kota Kediri.(red/lis)
Posting Komentar