BANYUWANGI – Seorang warga Dusun Sidorejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, selamat dari maut setelah rumah yang ditempatinya dilalap si jago merah pada Kamis (3/7) dini hari. Korban bernama Ali (62) berhasil menyelamatkan diri berkat teriakan tetangga yang lebih dahulu mengetahui munculnya kobaran api.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.05 WIB. Saat peristiwa berlangsung, Ali tengah terlelap tidur di dalam rumah semi permanen miliknya. Beruntung, seorang tetangga terbangun setelah mendengar suara mencurigakan yang diduga berasal dari percikan arus listrik.
Ketika keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut, saksi melihat api sudah membakar bagian atap rumah Ali. Menyadari bahayanya situasi, saksi langsung berteriak sekuat tenaga untuk membangunkan korban.
Teriakan itu akhirnya didengar Ali. Ia segera keluar dari dalam rumah beberapa saat sebelum kobaran api membesar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan. Berkat respons cepat tersebut, korban berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
Api terus berkobar dan dengan cepat melalap bangunan beserta berbagai barang berharga yang berada di dalam rumah. Sebuah sepeda motor, televisi, kulkas, serta berbagai perabot rumah tangga tidak sempat diselamatkan. Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta.
Melihat kobaran api semakin membesar, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.
Laporan mengenai kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sekitar pukul 00.47 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu Brama 2 segera diberangkatkan ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pengendalian api dengan strategi melokalisasi titik kebakaran agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar rumah korban.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan bahwa personel lebih dahulu melakukan penyemprotan pada sisi timur dan barat bangunan guna membatasi penyebaran api.
"Petugas memusatkan penyemprotan pada sisi timur dan barat bangunan lebih dahulu untuk mencegah api merembet ke rumah di sekitarnya. Setelah itu, pemadaman difokuskan pada titik api utama hingga api berhasil dipadamkan," ujarnya.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan. Tim juga melakukan pemeriksaan awal guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada instalasi kabel listrik di dalam rumah. Percikan listrik kemudian mengenai material yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan.
Edy mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama pada bangunan yang telah berusia tua atau menggunakan instalasi lama.
"Untuk dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang instalasinya sudah berusia lama," tambahnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah semi permanen milik Ali beserta sebagian besar harta bendanya ludes dilalap api. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp75 juta.(red/lis)
Posting Komentar